Hari 281

Dipermuliakan dalam Kekalahan

Kebijaksanaan Mazmur 118:17–29
Perjanjian Baru Kolose 4:2–18
Perjanjian Lama Yeremia 16:1–17:27

pengantar

Saya tak akan pernah melupakan percakapan saya dengan Bapa Raniero Cantalamessa, biarawan Fransiskan dan pengkhotbah di Gedung Kepausan. Dia hendak dilibatkan dalam debat publik dengan salah satu ‘Ateis Baru’ di Italia.

Saya bertanya kepada beliau apakah beliau akan memenangkan debatnya. Jawabnya tidak tahu. Beliau mengatakan bahwa dia mungkin akan kalah. ‘Tetapi, TUHAN dapat dipermuliakan dalam kekalahan.

Yesus telah memutarbalik dunia. Dia membalikkan nilai-nilai dunia. Di atas salib, Yesus merubah dunia. Dalam tindakan perendahan diri dan nampaknya kalah ini, Dia membawa kemenangan terbesar yang pernah ada.

Dikatakan para pengikutnya ‘mengacaukan [membalikkan] dunia’ (Kisah 17:6). Dalam tiap bagian dalam renungan hari ini, kita dapat melihat bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana TUHAN dapat dipermuliakan dalam kekalahan.

Kebijaksanaan

Mazmur 118:17–29

17 Aku tidak akan mati, tetapi hidup,
  dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.
18 Tuhan telah menghajar aku dengan keras,
  tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.

19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran,
  aku hendak masuk ke dalamnya,
  hendak mengucap syukur kepada Tuhan.
20 Inilah pintu gerbang Tuhan,
  orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku
  dan telah menjadi keselamatanku.
22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan
  telah menjadi batu penjuru.
23 Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,
  suatu perbuatan ajaib di mata kita.
24 Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
  marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
25 Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan!
  Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran!
26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!
  Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan.
27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.
  Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali,
  pada tanduk-tanduk mezbah.
28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu,
  Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.
29 Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
  Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Komentar

Allah dapat mendatangkan keberhasilan dari yang nampaknya adalah kegagalan

Saat saya melihat kembali hidup saya, Allah tampaknya telah menggunakan lebih banyak kesulitan dan kekalahan dibandingkan keberhasilan.

Pemazmur telah melalui masa kesesakan. Tulisnya, ‘TUHAN telah menghajar aku dengan keras’ (Ay.18a). Namun, dia penuh syukur pujian dan sukacita: dia ‘hendak mengucap syukur kepada TUHAN’ (Ay.19). ‘Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!’ (Ay.24).

Dia penuh dengan ucapan syukur karena dia melihat bahwa Allah mampu membawa keberhasilan dari hal yang tampaknya adalah kekalahan. Tulisnya, ‘Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru’ (Ay.22).

Yesuslah contoh terbesar dari Allah yang membawa keberhasilan dari sesuatu yang tampaknya adalah sebuah kegagalan. Dialah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan yang telah menjadi batu penjuru jemaat. Yesus mengutip ayat ini dalam Mazmur 118 seraya merujuk kepada diri-Nya (Markus 12:10). Petrus juga menerapkan ini (1 Petrus 2), menunjukkan bahwa Yesus adalah ‘batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah’ (Ay.4). Yesus adalah batu penjuru jemaat di mana seluruh jemaat terletak.

Meresponlah seperti si pemazmur: ‘Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya’ (Mazmur 118:29).

Doa

TUHAN, terimakasih karena cara-Mu membawa keberhasilan dari hal yang tampaknya adalah kekalahan. ‘Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau’ (Ay.28).
Perjanjian Baru

Kolose 4:2–18

2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. 3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. 4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.

5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Penutup dan salam

7 Semua hal ihwalku akan diberitahukan kepada kamu oleh Tikhikus, saudara kita yang kekasih, hamba yang setia dan kawan pelayan dalam Tuhan. 8 Ia kusuruh kepadamu dengan maksud, supaya kamu tahu akan hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu. 9 Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini.

10 Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas – tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu – 11 dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku. 12 Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah. 13 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang dia, bahwa ia sangat bersusah payah untuk kamu dan untuk mereka yang di Laodikia dan Hierapolis. 14 Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.

15 Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di rumahnya. 16 Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu. 17 Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya. 18 Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Ingatlah akan belengguku. Kasih karunia menyertai kamu.

Komentar

Allah dapat memakai Anda tak peduli keadaan Anda

Berulang kali, kita dialihkan dengan banyaknya ‘jika-saja’. Jika saja kita menikah. Jika saja tidak salah menikah. Jika saja pekerjaan kita tepat. Jika saja kita tak perlu bekerja. Jika saja punya anak. Jika saja tidak punya banyak anak. Jika saja tempat tinggal kita enak... Tetapi Allah memakai Paulus tak peduli bagaimana keadaannya, dan malahan Tuhan memakainya karena keadaannya.

Paulus menulis, ‘Pergunakanlah waktu yang ada’ (Ay.5b). Kita tidak sepenuhnya ‘sukses’ tetapi kita bisa berbuat yang terbaik dalam segala situasi. Paulus menuliskan bahwa mereka hendak memberitahu Arkhipus, ‘Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya’ (Ay.17).

Paulus sangat berbakat. Dia memiliki pesan penting bagi dunia. Dia mungkin telah menduga bahwa Allah akan menempatkan dia di posisi kuasa sehingga dia bisa memakai bakatnya dan memberitakan pesannya.

Namun, Allah mengizinkannya berakhir di penjara. Dia mengakhiri suratnya, ‘Ingatlah akan belengguku’ (Ay.18). Namun TUHAN dipermuliakan dalam yang tampaknya adalah kekalahan. Allah membalikkan keadaan Paulus. Hampir 2,000 tahun kemudian Anda masih membaca firman yang Paulus tulis selama di penjara. Allah menggunakan firman-Nya untuk mengubah dunia.

Perkataan Anda berkuasa. Tulis Paulus, ‘Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang’ (Ay.6). Misalnya, ketika menjadi tuan rumah Alpha, berdoalah meminta hikmat untuk tahu kapan berbicara, apa yang harus diucapkan dan bagaimana mengucapkannya.

Allah juga memakai doa Paulus untuk mengubah dunia. Di sinilah tantangan terhadap prioritas kita. Dia menulis, ‘Bertekunlah dalam doa’ (Ay.2). Dunia menganggap doa buang-buang waktu. Paulus memandangnya sebagai prioritas hidup tertinggi. Dia memuji Epafras karena dia ‘selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah’ (Ay.12).

Dia ingin pembacanya berdoa agar ‘Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya’ (Ay.3-4).

Di sinilah lagi tantangan lain terhadap prioritas kita. Paulus tidak ingin mereka berdoa agar kerumunan besar datang dan mendengar dia, melainkan dia berdoa agar dia bisa memberitakan pesan dengan jelas.

Paulus tidak ingin mereka berdoa agar bisa mendapatkan akses ke penjara, tetapi agar pintu terbuka demi pesan injil dapat diberitakan. Daripada melihat masa depan ketika Anda mungkin sedang dalam keadaan yang lebih baik untuk melayani Allah, berfokuslah pada bagaimana Anda bisa melayani Allah di masa kini, apa pun situasinya.

Doa

TUHAN, bantu aku agar prioritasku benar, yaitu untuk mengabdikan diri pada doa dan pemberitaan apa pun situasinya. Berikanlah aku hikmat saat ini untuk tahu kapan berucap, apa yang harus diucapkan dan bagaimana mengucapkannya.
Perjanjian Lama

Yeremia 16:1–17:27

Hukuman Allah atas bangsa itu

16Firman Tuhan datang kepadaku, bunyinya: 2 “Janganlah mengambil isteri dan janganlah mempunyai anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan di tempat ini. 3 Sebab beginilah firman Tuhan tentang anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan yang lahir di tempat ini, tentang ibu-ibu mereka yang melahirkan mereka dan tentang bapa-bapa mereka yang memperanakkan mereka di negeri ini: 4 Mereka akan mati karena penyakit-penyakit yang membawa maut; mereka tidak akan diratapi dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang; mereka akan habis oleh pedang dan kelaparan; mayat mereka akan menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi.

5 Sungguh, beginilah firman Tuhan: Janganlah masuk ke rumah perkabungan, dan janganlah pergi meratap dan janganlah turut berdukacita dengan mereka, sebab Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman Tuhan, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku. 6 Besar kecil akan mati di negeri ini; mereka tidak akan dikuburkan, dan tidak ada orang yang akan meratapi mereka; tidak ada orang yang akan menoreh-noreh diri dan yang akan menggundul kepala karena mereka. 7 Tidak ada orang yang akan memecah-mecahkan roti bagi orang yang berkabung untuk menghiburkan dia karena kematian itu. Bahkan tidak ada orang yang akan memberi dia minum dari piala penghiburan oleh karena kematian ayah atau ibunya. 8 Janganlah engkau masuk ke rumah orang mengadakan perjamuan untuk duduk makan minum dengan mereka. 9 Sebab beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, di tempat ini, di depan matamu dan pada zamanmu, akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan. 10 Apabila engkau memberitahukan kepada bangsa ini segala perkataan itu dan mereka berkata kepadamu: Mengapakah Tuhan mengancamkan segala malapetaka yang besar ini terhadap kami? Apakah kesalahan kami dan apakah dosa yang telah kami lakukan terhadap Tuhan, Allah kami?, 11 maka engkau akan berkata kepada mereka: Oleh karena nenek moyangmu telah meninggalkan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan oleh karena mereka telah mengikuti allah lain dengan beribadah dan sujud menyembah kepadanya, tetapi mereka meninggalkan Aku dan tidak berpegang pada Taurat-Ku. 12 Dan kamu sendiri berlaku lebih jahat dari pada nenek moyangmu! Lihat, kamu masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat dari pada mendengarkan kepada-Ku. 13 Maka Aku akan melemparkan kamu dari negeri ini ke negeri yang tidak dikenal oleh kamu ataupun oleh nenek moyangmu. Di sana kamu akan beribadah kepada allah lain siang malam, sebab Aku tidak akan menaruh kasihan lagi kepadamu.

14 Sebab itu, demikianlah firman Tuhan, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa tidak dikatakan orang lagi: Demi Tuhan yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, 15 melainkan: Demi Tuhan yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah mencerai-beraikan mereka! Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka.

16 Sesungguhnya, Aku mau menyuruh banyak penangkap ikan, demikianlah firman Tuhan, yang akan menangkap mereka, sesudah itu Aku mau menyuruh banyak pemburu yang akan memburu mereka dari atas segala gunung dan dari atas segala bukit dan dari celah-celah bukit batu. 17 Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka; semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-Ku, dan kesalahan mereka pun tidak terlindung di depan mata-Ku. 18 Aku akan mengganjar dua kali lipat kesalahan dan dosa mereka, oleh karena mereka telah menajiskan negeri-Ku dengan bangkai dewa-dewa mereka yang menjijikkan dan telah memenuhi tanah milik-Ku dengan perbuatan mereka yang keji.”

19 Ya Tuhan, kekuatanku dan bentengku,
  tempat pelarianku pada hari kesesakan!
Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa
  dari ujung bumi serta berkata:
“Sungguh, nenek moyang kami hanya memiliki dewa penipu,
  dewa kesia-siaan yang satu pun tiada berguna.
20 Dapatkah manusia membuat allah bagi dirinya sendiri?
  Yang demikian bukan allah!”
21 “Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka,
  sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka
kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku,
  supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku Tuhan.”

Pergumulan nabi oleh karena bangsa yang berdosa

17“Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan,
  terukir pada loh hati mereka
  dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka
2 sebagai peringatan terhadap mereka!
  – Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka
memang ada di samping pohon yang rimbun
  di atas bukit yang tinggi,
3 yakni pegunungan di padang. –
Harta kekayaanmu dan segala barang perbendaharaanmu
  akan Kuberikan dirampas
sebagai ganjaran atas dosamu
  di segenap daerahmu.
4 Engkau terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu
  yang telah Kuberikan kepadamu,
dan Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu
  di negeri yang tidak kaukenal,
sebab dalam murka-Ku api telah mencetus
  yang akan menyala untuk selama-lamanya.”

5 Beginilah firman Tuhan:
  “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia,
yang mengandalkan kekuatannya sendiri,
  dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!
6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara,
  ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik;
ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun,
  di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
7 Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan,
  yang menaruh harapannya pada Tuhan!
8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air,
  yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air,
dan yang tidak mengalami datangnya panas terik,
  yang daunnya tetap hijau,
yang tidak kuatir dalam tahun kering,
  dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu,
  hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
10 Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati,
  yang menguji batin,
untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya,
  setimpal dengan hasil perbuatannya.”
11 Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya,
  demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal,
pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya,
  dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal.
12 Takhta kemuliaan, luhur dari sejak semula,
  tempat bait kudus kita!
13 Ya Pengharapan Israel, Tuhan,
  semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu;
orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri,
  sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni Tuhan.
14 Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh;
  selamatkanlah aku, maka aku akan selamat,
  sebab Engkaulah kepujianku!
15 Sesungguhnya, mereka berkata kepadaku:
  “Di manakah firman Tuhan itu?
  Biarlah ia sampai!”
16 Namun tidak pernah aku mendesak kepada-Mu untuk mendatangkan malapetaka,
  aku tidak mengingini hari bencana!
Engkaulah yang mengetahui apa yang keluar dari bibirku,
  semuanya terpampang di hadapan mata-Mu.
17 Janganlah Engkau menjadi kedahsyatan bagiku,
  Engkaulah perlindunganku pada hari malapetaka.
18 Biarlah orang-orang yang mengejar aku menjadi malu, tetapi
   janganlah aku ini menjadi malu;
  biarlah mereka terkejut, tetapi janganlah aku ini terkejut!
Buatlah hari malapetaka menimpa mereka,
  dan hancurkanlah mereka dengan kehancuran berganda.

Hari Sabat harus dikuduskan

19 Beginilah firman Tuhan kepadaku: “Pergilah engkau dan berdirilah di pintu gerbang Anak Rakyat, yang dilalui keluar masuk oleh raja-raja Yehuda, dan di segala pintu gerbang Yerusalem; 20 katakanlah kepada mereka: Dengarlah firman Tuhan, hai raja-raja Yehuda, hai segenap Yehuda dan segenap penduduk Yerusalem yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini! 21 Beginilah firman Tuhan: Berawas-awaslah demi nyawamu! Janganlah mengangkut barang-barang pada hari Sabat dan membawanya melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem! 22 Janganlah membawa barang-barang dari rumahmu ke luar pada hari Sabat dan janganlah lakukan sesuatu pekerjaan, tetapi kuduskanlah hari Sabat seperti yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu. 23 Namun mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memperhatikannya, melainkan mereka berkeras kepala, sehingga tidak mau mendengarkan dan tidak mau menerima tegoran. 24 Apabila kamu sungguh-sungguh mendengarkan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan tidak membawa masuk barang-barang melalui pintu-pintu gerbang kota ini pada hari Sabat, tetapi menguduskan hari Sabat dan tidak melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, 25 maka melalui pintu-pintu gerbang kota ini akan berarak masuk raja-raja dan pemuka-pemuka, yang akan duduk di atas takhta Daud, dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka dan pemuka-pemuka mereka, orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. Dan kota ini akan didiami orang untuk selama-lamanya. 26 Orang akan datang dari kota-kota Yehuda dan dari tempat-tempat sekitar Yerusalem, dari tanah Benyamin dan dari Daerah Bukit, dari pegunungan dan dari tanah Negeb, dengan membawa korban bakaran, korban sembelihan, korban sajian dan kemenyan, membawa korban syukur ke dalam rumah Tuhan. 27 Tetapi apabila kamu tidak mendengarkan perintah-Ku untuk menguduskan hari Sabat dan untuk tidak masuk mengangkut barang-barang melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari Sabat, maka di pintu-pintu gerbangnya Aku akan menyalakan api, yang akan memakan habis puri-puri Yerusalem, dan yang tidak akan terpadamkan.”

Komentar

Allah dapat membuat ‘masa terburuk’ menjadi ‘masa terbaik’

‘Masa-masa yang terbaik, masa-masa terburuk.’ Inilah kata-kata pembuka novel Charles Dickens Kisah Dua Kota (1859), yang berlatar di London dan Paris sebelum dan selama Revolusi Perancis.

Kita dapat melihat Allah dipermuliakan dalam hal yang tampaknya adalah kekalahan. ‘Tahun kering’ dapat menjadi ‘tahun hasil buah’ (17:8). Masa buruk dapat menjadi masa yang baik bagi jemaat. Kabar baiknya bersinar makin terang ketika masyarakat semakin gelap.

Rick Warren mengemukakan, ‘Di tahun 1930an [masa reses], ada dua hal yang menjadi populer: hadir di bioskop dan hadir di gereja. Orang-orang mencari pelarian dan mereka mencari arti. Perekonomian sangat sengit pada zaman sekarang ini. Ini adalah hal yang baik. Inilah saatnya kita berkembang dan maju, bukan mundur. ’Masa-masa terburuk dapat menjadi masa-masa terbaik.

Sesuatu seperti ini diungkapkan dalam renungan ini. Yeremia terus memperingatkan datangnya penghakiman karena umat telah mengikuti kedegilan hati mereka yang jahat dibandingkan mendengarkan Allah (16:12). Dia memperingatkan kita akan bahaya menipu diri sendiri: ‘Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu...’ (17:9).

Kita dengan mudahnya menipu diri sendiri. Jika kita menginginkan sesuatu, pikiran kita dapat menunjukkan beragam alasan kenapa kita harus memilikinya. Kita dengan mudah dapat membenarkan diri bahkan ketika kita sedang salah.

Inilah salah satu alasan Anda perlu mendekat pada Allah (Ay.7). Teruslah menyelidiki diri dengan Firman Allah dan hikmat masyarakat Kristen, jika tidak kepercayaan Anda akan berakhir di tempat yang salah. TUHAN berkata, ‘Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!’ (Ay.5).

Di sisi lain, Dia berkata, ‘Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah’ (Ay.7-8).

Lagi, Allah membalikkan segalanya. ‘Ketika datang panas terik’ kita akan menduga dedaunan pohon mengering dan berwarna cokelat. Namun, karena pohon itu ditanam dekat air, pohon itu menjalarkan akarnya dekat aliran air dan daunnya selalu hijau. Pemazmur menyamakan hal ini dengan orang yang percaya TUHAN, yang keyakinannya ada di dalam-Nya. Orang itu tidak akan takut atau kuatir saat panas terik datang.

Ada masa-masa dalam hidup Anda ketika ‘panas terik’ makin terik. Anda diuji oleh keadaan dan tantangan sulit. Jika tetap dekat dengan TUHAN, percaya pada-Nya, Allah mampu membalikkan keadaan. ‘Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!’ (Ay.7).

Doa

TUHAN Yesus, Engkau telah membawa keberhasilan dari apa yang tampaknya adalah kekalahan. Terimakasih karena aku bisa percaya pada-Mu bahkan ketika keadaan tampak bertentangan denganku. Aku menaruh keyakinanku pada-Mu saat ini.

Pippa menambahkan

Yeremia 17:7

‘Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!’

Percaya adalah mampu merelakan dan menyerahkan diri, atau keadaan, kepada Allah, tanpa menahan-nahan sedikitpun. Seperti anak dalam dekapan orang tua tidak pernah ragu sedetikpun bahwa mereka aman.

ayat hari ini

Yeremia 17:7

‘Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!’

reader

App

Download the Bible in One Year app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Sign up now to receive Bible in One Year in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Charles Dickens, A Tale of Two Cities, (Penguin Classics, 2003).

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture quotations marked (AMP) taken from the Amplified® Bible, Copyright © 1954, 1958, 1962, 1964, 1965, 1987 by The Lockman Foundation. Used by permission. (www.Lockman.org)

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.