Hari 107

Enam Langkah Menuju Hidup yang Berpusat pada Allah

Kebijaksanaan Mazmur 47:1–9
Perjanjian Baru Lukas 18:1–30
Perjanjian Lama Ulangan 28:15–68

pengantar

William Temple, seperti halnya ayahnya, adalah seorang Uskup Agung Canterbury (1942–1944). Di antara banyak pencapaian luar biasanya, ia menulis komentar luar biasa tentang Injil Yohanes. Dia menulis seluruh komentar, berjudul Readings in St John’s Gospel, sementara berdoa berlutut di hadapan Tuhan.

Tentang ibadah, ia menulis: 'Ibadah adalah penyerahan semua sifat kita kepada Tuhan. Ini adalah perjalanan hati nurani menujukesucian-Nya; makanan pikiran dengan kebenaran-Nya; pemurnian imajinasi oleh keindahan-Nya; pembukaan hati untuk kasih-Nya; penyerahan keinginan untuk tujuan-Nya - dan semua ini dikumpulkan dalam penyembahan.'

Ibadah menyelamatkan kita dari pribadi yang mementingkan diri sendiri dan menjadikan kita priadi yang mementingkan Tuhan atau berpusat pada Tuhan. Anda diciptakan untuk berhubungan dengan Tuhan. Tuhan harus menjadi prioritas nomor satu Anda. Jika Anda mengutamakan Tuhan dalam hidup Anda, segala jenis berkat akan mengikuti. Karena Tuhan mengasihi Anda, Dia memperingatkan Anda tentang bahaya mengabaikan desain hidup Anda.

Tetapi apa artinya membawa kehidupan yang berpusat pada Tuhan dan langkah-langkah apa yang perlu Anda ambil untuk sampai ke sana?

Kebijaksanaan

Mazmur 47:1–9

Allah, Raja seluruh bumi

47Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur.

2 Hai segala bangsa, bertepuktanganlah,
  elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!
3 Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat,
  Raja yang besar atas seluruh bumi.
4 Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita,
  suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,
5 Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita,
  kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.
                    Sela

6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai,
  ya Tuhan itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.
7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,
  bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!
8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi,
  bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
9 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa,
  Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.
10 Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul
  sebagai umat Allah Abraham.
Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi;
  Ia sangat dimuliakan.

Komentar

1. Sembah Tuhan

Anda diundang untuk menyembah Tuhan.

Ibadah dalam mazmur ini terdengar sangat emosional dan berisik: 'Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai... Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.' (Ay.1,5). Ini juga mencakup banyak nyanyian (Ay.6–7).

Ada kegembiraan besar dalam pujian, karena penyembahan dan keagungan Tuhan nyata dalam aksi yang luar biasa.

Ini semua adalah cara lahiriah untuk menyatakan penyembahan Anda kepada Tuhan. Ibadah termasuk penggunaan emosi untuk mengekspresikan cinta dan rasa syukur kepada Tuhan dan untuk memberi Dia kehormatan.

Seperti yang ditulis Joyce Meyer, ‘Tuhan memberi kita emosi untuk tujuan yang lebih daripada sekadar antusias pada pertandingan bola atau tentang mobil baru. Tentunya Tuhan ingin kita menggunakan emosi kita dalam mengekspresikan cinta dan rasa syukur kita kepada-Nya... Jika kita memiliki pelepasan emosi yang tepat selama pujian dan penyembahan, kita mungkin tidak melepaskan emosi pada saat lainnya dengan cara yang tidak pantas.’

Doa

Tuhan, hari ini aku menyerahkan diri kepada-Mu. Bawalah hati nuraniku akan kekudusan-Mu. Memelihara pikiranku dengan kebenaran-Mu. Bersihkan imajinasiku dengan keindahan-Mu. Buka hatiku untuk cinta-Mu. Aku menyerahkan semua untuk tujuan-Mu. Aku menyembah dan memuji-Mu
Perjanjian Baru

Lukas 18:1–30

Perumpamaan tentang hakim yang tak benar

18Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 2 Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. 3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. 4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, 5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” 6 Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai

9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Yesus memberkati anak-anak

(Mat. 19:13-15; Mrk. 10:13-16)
15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. 17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah

(Mat. 19:16-26; Mrk. 10:17-27)
18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 19 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. 20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.” 21 Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” 22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” 23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya. 24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. 25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” 26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” 27 Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Upah mengikut Yesus

(Mat. 19:27-30; Mrk. 10:28-31)
28 Petrus berkata: “Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau.” 29 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, 30 akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.”

Komentar

2. Berdoa secara konsisten

Kehidupan yang berpusat pada Tuhan adalah kehidupan doa yang konsisten. Yesus mengajarkan murid-muridnya untuk 'bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu' (Ay.1). Anda dapat berbicara dengan Tuhan bukan hanya di gereja atau di waktu yang ditetapkan untuk berdoa, tetapi di mana saja dan kapan saja. Saya diajarkan dari sejak awal dalam kehidupan Kristen saya untuk 'berbicara sambil berjalan' sepanjang hari.

Yesus menceritakan perumpamaan tentang janda dan hakim yang tidak adil yang akhirnya menyerah pada tuntutannya untuk menghentikannya mengganggunya dan menyerangnya (Ay.4-5). Yesus mengatakan bahwa jika seorang hakim yang tidak adil akan mendengarkan permohonan seorang janda, berapa banyak lagi yang akan Tuhan dengarkan bagi mereka yang 'siang malam berseru kepada-Nya?' (Ay.7b). Jangan pernah menyerah berdoa dan berusahalah sekeras mungkin untuk berdoa di saat Anda berada pada masa paling sulit untuk berdoa.

3. Merendahkan diri

Kerendahan hati bukanlah sesuatu yang harus Anda alami. Tetapi, kerendahan hati adalah sesuatu yang seharusnya Anda lakukan bagi diri Anda sendiri. Daripada meninggikan diri sendiri, Anda seharusnya ‘merendahkan diri sendiri'. Allah berjanji bahwa Ia akan meninggikan Anda (Ay.14).

Jika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, kemungkinan kita bisa menjadi seperti orang Farisi, berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kita tidak seperti orang lain - 'perampok, penjahat, pezinah' (Ay.11). Orang Farisi itu ’yakin akan kebenarannya sendiri’ (Ay.9). Dia jatuh ke dalam perangkap mempercayai dirinya sendiri. Jika hidup kita benar-benar berpusat pada Tuhan (hati nurani kita dilancarkan oleh kesucian-Nya), ketika kita membandingkan diri kita dengan Dia dan yang dapat kita katakan hanyalah: 'Tuhan, kasihanilah aku, orang berdosa' (Ay.13). Kebenarannya adalah bahwa kita semua adalah orang berdosa, dan kita semua membutuhkan belas kasihan Tuhan.

Sangat mudah bagi saya untuk memahami renungan ini dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa saya tidak seperti orang Farisi. Tetapi dengan melakukan seperti apa yang dilakukan orang Farisi, saya jatuh ke dalam perangkap yang digambarkan Yesus - berpikir saya lebih benar daripada orang lain, daripada mengakui dosa dan kebutuhan saya akan Tuhan. Ini persis seperti dosa orang Farisi.

4. Jadilah seperti anak kecil

Kadang-kadang 'bayi' (Ay.15), anak-anak, atau remaja di gereja digambarkan sebagai 'gereja masa depan'. Tetapi, menurut Yesus, mereka bukan hanya gereja masa depan, mereka adalah gereja saat ini: 'Kerajaan Allah adalah milik mereka' (Ay.16).

Yesus memanggil kita untuk menjadi seperti anak-anak. Dia tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi kekanak-kanakan (dalam arti sederhana), tetapi Dia mengajarkan kita untuk menjadi seperti anak kecil.

Menjadi kekanak-kanakan adalah kebalikan dari menjadi independen dan 'dewasa'. Anak-anak cenderung terbuka, mau menerima, percaya, rendah hati, penuh kasih, dan pemaaf. Kehidupan yang berpusat pada Tuhan adalah kehidupan ketergantungan yang dimiliki anak kecil terhadap diri-Nya

Anda menjadi seperti anak kecil ketika Anda menunjukkan dan membagikan perasaan jujur Anda, mengakui betapa rapuhnya dan rentannya Anda dan betapa Anda membutuhkan Tuhan dan orang lain.

Anak-anak secara naluri didorong untuk mengeksplorasi dan menemukan. Mereka tidak tinggal di masa lalu atau menetap di masa saat ini, tetapi mereka melihat ke depan - dengan rasa ingin tahu yang tak terpadamkan - ke masa depan, didorong oleh rasa ingin tahu dengan kapasitas yang besar sekali untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka.

Tanamlah kebebasan ini untuk merespon secara naluriah, seperti anak kecil, dan untuk merasakan dan mengekspresikan keajaiban, kekaguman, kasih, dan sukacita - untuk bergegas dan dengan penuh semangat mengeksplorasi, menyelidiki, dan menemukan hal-hal baru untuk diri Anda sendiri.

5. Mengikut Yesus

Tidak ada yang lebih berharga selain mengikut Yesus. Petrus berkata kepada Yesus, 'Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau.' (Ay.28). Yesus menjawab, ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal' (Ay.29–30)

Yesus menyebut seorang muda yang kaya itu dengan kehidupan yang berpusat pada Allah. Dia memanggilnya untuk menyerahkan segala sesuatu yang lain dan mengikutinya (Ay.22). Barangkali Yesus melihat dalam dirinya potensi untuk menjadi seperti rasul Petrus, atau Matius, atau salah satu dari orang lain yang menanggapi secara positif ketika Yesus berkata, ‘ikutlah Aku’.

Semakin banyak kita akumulasikan, semakin sulit untuk menjalani kehidupan yang berpusat pada Tuhan. Seorang muda yang kaya 'ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya' (Ay.23). Bukan tidak mungkin bagi orang kaya untuk memasuki kerajaan Allah (Ay.27), tetapi sangat sulit (Ay.24-25) - bukan karena standarnya lebih tinggi, tetapi karena risikonya tampak lebih besar.

Sesungguhnya, tidak mungkin bagi siapa pun dari kita, termasuk orang kaya, untuk memasuki kerajaan Allah dengan kekuatan kita sendiri (Ay.24–25). Namun bagi Tuhan adalah mungkin bagi siapa saja, termasuk orang kaya, untuk masuk ke dalam kerajaan Allah. Yesus berkata, 'Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah' (Ay.27). Baik kegagalan masa lalu Anda maupun keadaan Anda saat ini menentukan masa depan Anda. Dengan Tuhan segala hal menjadi mungkin.

Doa

Tuhan, kasihanilah aku, seorang pendosa, beri aku iman dan sifat seperti anak kecil yang bergantung pada-Mu dan bantulah aku untuk rela mengorbankan segala hal untuk mengikuti Engkau dengan sepenuh hati.
Perjanjian Lama

Ulangan 28:15–68

Kutuk

15 “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau: 16 Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang. 17 Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu. 18 Terkutuklah buah kandunganmu, hasil bumimu, anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. 19 Terkutuklah engkau pada waktu masuk dan terkutuklah engkau pada waktu keluar.

20 Tuhan akan mendatangkan kutuk, huru-hara dan penghajaran ke antaramu dalam segala usaha yang kaukerjakan, sampai engkau punah dan binasa dengan segera karena jahat perbuatanmu, sebab engkau telah meninggalkan Aku. 21 Tuhan akan melekatkan penyakit sampar kepadamu, sampai dihabiskannya engkau dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya. 22 Tuhan akan menghajar engkau dengan batuk kering, demam, demam kepialu, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit gandum; semuanya itu akan memburu engkau sampai engkau binasa. 23 Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawah pun menjadi besi. 24 Tuhan akan menurunkan hujan abu dan debu ke atas negerimu; dari langit akan turun semuanya itu ke atasmu, sampai engkau punah. 25 Tuhan akan membiarkan engkau terpukul kalah oleh musuhmu. Bersatu jalan engkau akan keluar menyerang mereka, tetapi bertujuh jalan engkau akan lari dari depan mereka, sehingga engkau menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi. 26 Mayatmu akan menjadi makanan segala burung di udara serta binatang-binatang di bumi, dengan tidak ada yang mengganggunya.

27 Tuhan akan menghajar engkau dengan barah Mesir, dengan borok, dengan kedal dan kudis, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh. 28 Tuhan akan menghajar engkau dengan kegilaan, kebutaan dan kehilangan akal, 29 sehingga engkau meraba-raba pada waktu tengah hari, seperti seorang buta meraba-raba di dalam gelap; perjalananmu tidak akan beruntung, tetapi engkau selalu diperas dan dirampasi, dengan tidak ada seorang yang datang menolong. 30 Engkau akan bertunangan dengan seorang perempuan, tetapi orang lain akan menidurinya. Engkau akan mendirikan rumah, tetapi tidak akan mendiaminya. Engkau akan membuat kebun anggur, tetapi tidak akan mengecap hasilnya. 31 Lembumu akan disembelih orang di depan matamu, tetapi engkau tidak akan memakan dagingnya. Keledaimu akan dirampas dari depanmu, dan tidak akan dikembalikan kepadamu. Kambing dombamu akan diberikan kepada musuhmu dengan tidak ada orang yang datang menolong engkau. 32 Anak-anakmu lelaki dan anak-anakmu perempuan akan diserahkan kepada bangsa lain, sedang engkau melihatnya dengan matamu sendiri, dan sehari-harian engkau rindu kepada mereka, dengan tidak dapat berbuat apa-apa. 33 Suatu bangsa yang tidak kaukenal akan memakan hasil bumimu dan segala hasil jerih payahmu; engkau akan selalu ditindas dan diinjak. 34 Engkau akan menjadi gila karena apa yang dilihat matamu. 35 Tuhan akan menghajar engkau dengan barah jahat, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh, pada lutut dan pahamu, bahkan dari telapak kakimu sampai kepada batu kepalamu. 36 Tuhan akan membawa engkau dengan raja yang kauangkat atasmu itu kepada suatu bangsa yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu; di sanalah engkau akan beribadah kepada allah lain, kepada kayu dan batu. 37 Engkau akan menjadi kedahsyatan, kiasan dan sindiran di antara segala bangsa, ke mana Tuhan akan menyingkirkan engkau. 38 Banyak benih yang akan kaubawa ke ladang, tetapi sedikit hasil yang akan kaukumpulkan, sebab belalang akan menghabiskannya. 39 Kebun-kebun anggur akan kaubuat dan kauusahakan, tetapi engkau tidak akan meminum atau menyimpan anggur, sebab ulat akan memakannya. 40 Pohon-pohon zaitun akan kaupunyai di seluruh daerahmu, tetapi engkau tidak akan berurap dengan minyaknya; sebab buah zaitunmu akan gugur. 41 Engkau akan mendapat anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan, tetapi mereka bukan bagi dirimu, sebab mereka akan menjadi tawanan. 42 Segala pohon-pohonmu dan hasil bumimu akan diduduki oleh kawanan belalang. 43 Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan menjadi makin tinggi mengatasi engkau, tetapi engkau menjadi makin rendah. 44 Ia akan memberi pinjaman kepadamu, tetapi engkau tidak akan memberi pinjaman kepadanya; ia akan menjadi kepala, tetapi engkau akan menjadi ekor. 45 Segala kutuk itu akan datang ke atasmu, memburu engkau dan mencapai engkau, sampai engkau punah, karena engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan tidak berpegang pada perintah dan ketetapan yang diperintahkan-Nya kepadamu; 46 semuanya itu akan menjadi tanda dan mujizat di antaramu dan di antara keturunanmu untuk selamanya.”

Peperangan dan pembuangan yang akan dialami

47 “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada Tuhan, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, 48 maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh Tuhan melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya. 49 Tuhan akan mendatangkan kepadamu suatu bangsa dari jauh, dari ujung bumi, seperti rajawali yang datang menyambar; suatu bangsa yang bahasanya engkau tidak mengerti, 50 suatu bangsa yang garang mukanya, yang tidak menghiraukan orang tua-tua dan tidak merasa kasihan kepada anak-anak; 51 yang akan memakan habis hasil ternakmu dan hasil bumimu, sampai engkau punah; yang tidak akan meninggalkan bagimu gandum, air anggur atau minyak, ataupun anak lembu sapimu atau anak kambing dombamu, sampai engkau dibinasakannya. 52 Engkau akan ditekannya di segala tempatmu, sampai runtuh tembok-tembokmu yang tinggi dan berkubu, yang kaupercayai itu di seluruh negerimu, bahkan engkau akan ditekan di dalam segala tempatmu, di seluruh negeri yang telah diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. 53 Dan engkau akan memakan buah kandunganmu, yakni daging anak-anakmu lelaki dan anak-anakmu perempuan yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, – dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu. 54 Dan orang laki-laki yang paling lemah dan paling manja di antaramu akan kesal terhadap saudaranya atau terhadap isterinya sendiri atau terhadap anak-anaknya yang masih tinggal padanya, 55 sehingga kepada salah seorang dari mereka itu ia tidak mau memberikan sedikit pun dari daging anak-anaknya yang dimakannya, karena tidak ada lagi sesuatu yang ditinggalkan baginya, dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu di segala tempatmu. 56 Perempuan yang lemah dan manja di antaramu, yang tidak pernah mencoba menjejakkan telapak kakinya ke tanah karena sifatnya yang manja dan lemah itu, akan kesal terhadap suaminya sendiri atau terhadap anaknya laki-laki atau anaknya perempuan, 57 karena uri yang keluar dari kandungannya ataupun karena anak-anak yang dilahirkannya; sebab karena kekurangan segala-galanya ia akan memakannya dengan sembunyi-sembunyi, dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu di dalam tempatmu. 58 Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat yang tertulis dalam kitab ini, dan engkau tidak takut akan Nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan Tuhan, Allahmu, 59 maka Tuhan akan menimpakan pukulan-pukulan yang ajaib kepadamu, dan kepada keturunanmu, yakni pukulan-pukulan yang keras lagi lama dan penyakit-penyakit yang jahat lagi lama. 60 Ia akan mendatangkan pula segala wabah Mesir yang kautakuti itu kepadamu, sehingga semuanya itu melekat padamu. 61 Juga berbagai-bagai penyakit dan pukulan, yang tidak tertulis dalam kitab Taurat ini, akan ditimbulkan Tuhan menimpa engkau, sampai engkau punah. 62 Dari pada kamu hanya sedikit orang yang tertinggal, padahal kamu dahulu seperti bintang-bintang di langit banyaknya – karena engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu. 63 Seperti Tuhan bergirang karena kamu untuk berbuat baik kepadamu dan membuat kamu banyak, demikianlah Tuhan akan bergirang karena kamu untuk membinasakan dan memunahkan kamu, dan kamu akan dicabut dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya. 64 Tuhan akan menyerakkan engkau ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi; di sanalah engkau akan beribadah kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, yakni kepada kayu dan batu. 65 Engkau tidak akan mendapat ketenteraman di antara bangsa-bangsa itu dan tidak akan ada tempat berjejak bagi telapak kakimu; Tuhan akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana. 66 Hidupmu akan terkatung-katung, siang dan malam engkau akan terkejut dan kuatir akan hidupmu. 67 Pada waktu pagi engkau akan berkata: Ah, kalau malam sekarang! dan pada waktu malam engkau akan berkata: Ah, kalau pagi sekarang! karena kejut memenuhi hatimu, dan karena apa yang dilihat matamu. 68 Tuhan akan membawa engkau kembali ke Mesir dengan kapal, melalui jalan yang telah Kukatakan kepadamu: Engkau tidak akan melihatnya lagi, dan di sana kamu akan menawarkan diri kepada musuhmu sebagai budak lelaki dan budak perempuan, tetapi tidak ada pembeli.”

Komentar

6. Melayani Tuhan

Dalam renungan ini, kita melihat konsekuensi-konsekuensi dari tidak menjalani kehidupan yang berpusat pada Tuhan, tidak mematuhi hukum, tidak secara hati-hati mengikuti perintahnya (Ay.45) dan tidak melayani Tuhan (Ay.47). Kita juga melihat konsekuensi bencana ini dalam sejarah Israel sendiri.

Dalam kehidupan saya sendiri, saya telah melihat sekilas beberapa hal yang dideskripsikan, terutama pada tahun-tahun sebelum saya mengalami hubungan dengan Tuhan: 'Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawah pun menjadi besi.' (Ay.23). Saya telah merasakan apa yang tampaknya merupakan pemisahan yang luar biasa dari Tuhan.

Kita melihat bagaimana ‘TUHAN akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana' (Ay.65–66). 'Kekhawatiran adalah siklus pikiran yang tidak efisien yang berputar di sekitar pusat ketakutan' (Corrie Ten Boom). Ini adalah kebalikan dari kedamaian dan sukacita yang Yesus tawarkan.

Tentu saja, terkadang saya gagal melayani, mematuhi, dan mengikuti perintah-Nya dengan sepenuh hati. Kabar Injil dari Perjanjian Baru adalah bahwa Yesus telah menyelamatkan kita dari hukuman yang layak dan kutukan yang seharusnya mengikuti: 'Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"' (Galatia 3:13).

Doa

Tuhan, terima kasih banyak Engkau mati menggantikanku sehingga aku dapat diampuni dan dibebaskan dari konsekuensi yang pantas aku terima. Terima kasih karena Engkau memanggilku untuk hidup yang berpusat pada Tuhan. Bantu aku untuk menyembah-Mu dengan sepenuh hati, untuk melayani Engkau dengan sukacita dan dengan senang hati, dan untuk mematuhi dan mengikuti-Mu selalu.

Pippa menambahkan

Lukas 18:1–8

Setelah membaca perumpamaan tentang janda yang gigih, saya telah melihat kembali beberapa doa yang saya doakan yang belum terjawab. Saya pikir saya perlu melipatgandakan usaha saya dan tidak menyerah.

ayat hari ini

Lukas 18:27

‘Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."’

reader

App

Download the Bible in One Year app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Sign up now to receive Bible in One Year in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Corrie ten Boom, Clippings From My Notebook (Triangle, 1983)

William Temple, Readings in St. John’s Gospel (Macmillian, 1952)

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture quotations marked (AMP) taken from the Amplified® Bible, Copyright © 1954, 1958, 1962, 1964, 1965, 1987 by The Lockman Foundation. Used by permission. (www.Lockman.org)