Hari 152

Wow!

Kebijaksanaan Amsal 13:20–14:4
Perjanjian Baru Yohanes 20:10–31
Perjanjian Lama 2 Samuel 1:1–2:7

pengantar

Judah Smith adalah seorang pendeta muda yang periang dari Seattle, Washington. Dia adalah salah satu pembicara terbaik yang pernah saya dengar, khususnya bagi orang-orang muda. Ketika mendengarkan yang lain, ekspresi favoritnya adalah ‘Wow!’ Baginya itu adalah ekspresi hormat, kagum, dan ketakjuban.

Ada banyak berkat hidup di Eropa Barat di abad 21. Namun, kami tinggal dalam masyarakat dimana hormat, kekaguman, dan ketakjuban tidak lagi dianggap berharga.

Kebijaksanaan

Amsal 13:20–14:4

20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak,
  tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

21 Orang berdosa dikejar oleh malapetaka,
  tetapi Ia membalas orang benar dengan kebahagiaan.

22 Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya,
  tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

23 Huma orang miskin menghasilkan banyak makanan,
  tetapi ada yang lenyap karena tidak ada keadilan.

24 Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya;
  tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

25 Orang benar makan sekenyang-kenyangnya,
  tetapi perut orang fasik menderita kekurangan.

14Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya,
  tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan Tuhan,
  tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

3 Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya,
  tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.

4 Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum,
  tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

Komentar

Hormat

Budaya hormat melandasi kitab Amsal. Kita dapat melihat 3 contoh dalam renungan ini:

1. Menghormati TUHAN
‘Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN’ (14:2). Kata ‘takut’ bisa dipahami sebagai hormat’. Hormat pada Allah adalah poin awal menghormati semua hubungan kita yang lain.

2. Menghormati orang bijak
Hati-hati dalam memilih dengan siapa Anda menghabiskan waktu. ‘Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak’ (13:20). ‘Orang bijak dipelihara oleh bibirnya’ (14:3). Masyarakat kita merendahkan hikmat yang sejak dulu kala. Hikmat sering datang melalui pengalaman hidup yang panjang. Ada banyak hikmat yang dimiliki oleh orang yang lebih tua.

3. Menghormati dalam keluarga
‘Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya’ (13:24). Ajaran ini kadang disalahgunakan oleh pernafsiran mentah. Yang dikemukakan kitab Amsal adalah budaya hormat dalam keluarga. Hormat pada orang tua, pada anak-anak, termasuk mengasihi disiplin.

Doa

TUHAN, bantu aku agar berhikmat dan menjadi contoh kehidupan keluarga yang baik, yang memadukan kasih dan hormat.
Perjanjian Baru

Yohanes 20:10–31

10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.

Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena

11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15 Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” 16 Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya

(Luk. 24:36-39, 47-49)
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Yesus menampakkan diri kepada Tomas

24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” 28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” 29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Maksudnya Injil ini dicatat

30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Komentar

Ketakjuban

Yesus sungguh telah bangkit dari kematian. Kubur benar-benar telah kosong di pagi Paskah. Para pengikut Yesus benar-benar berjumpa lagi dengan Dia hidup-hidup. Kebangkitan sungguh terjadi. Penjelasan historis terbaik mengenai asal muasal Kekristenan adalah bahwa itu kebangkitan-Nya nyata. Yesus hidup saat ini.

Yohanes mencatat 4 kali penampakan kebangkitan Yesus. Tiga yang pertama yang ada dalam renungan hari ini. Dalam penampakan-penampakan ini, kita tidak hanya melihat bukti tetapi juga hasil kebangkitan.

  1. Ketakjuban dan keheranan
    Ada sesuatu yang lebih dulu mengenai penjelasan tentang penampakan Yesus kepada Maria. Tak ada yang begitu dalam dari hal tersebut di seluruh literatur kuno.

    Dalam budaya saat itu, kesaksian wanita tidak akan dianggap sama bobotnya dengan kesaksian laki-laki. Jika para murid mengarang ini, mereka tidak akan menulis penampakan pertama kepada Maria Magdalena itu.

    Yesus tidak menampakkan diri secara megah untuk menandakan kemenangan-Nya. Dia menampakkan diri kepada Maria, orang yang dikasihi, yang diampuni, yang sendirian di kebun, dengan kasih yang lembut.

    Ini menunjukkan betapa Yesus sangat menghargai perempuan. Dengan tindakan ini, dan yang lainnya selama hidup-Nya di bumi, Dia menetapkan dasar bagi revolusi dalam sikap dunia terhadap wanita. Sayangnya, butuh 2,000 tahun dan masih belum nyata sepenuhnya.

    Yesus tidak menanyai Maria apa yang dicarinya. Namun,Yesus bertanya, ‘Siapakah yang engkau cari?’ (Ay.15).

    Respon Maria adalah takjub dan heran. Ketika sadar itu Yesus, dia berseru dalam bahasa Ibrani, ‘"Rabuni!", artinya Guru’ (Ay.16).

    Yesus menjelaskan pada Maria bahwa dia jangan menyentuh-Nya (Ay.17). Dia harus memulai hubungan baru yang lebih pribadi dengan Yesus yang telah bangkit, Yesus di dalamnya, dan dia di dalam Yesus (yang akan dipenuhi dengan anugerah Roh).

    Tidak cukup tahu bukti fakta kebangkitan. Kita perlu perjumpaan pribadi dengan Yesus yang telah bangkit.

  2. Sukacita dan damai
    Dunia susah-payah mencari kebahagiaan dan kedamaian pikiran. Sumber sukacita dan damai tertinggi adalah hubungan dengan Yesus.

    Maria berlari untuk menceritakan itu kepada para murid, ‘Aku telah melihat Tuhan!’ (Ay.18). Penampakan Yesus kepada para murid mendatangkan sukacita besar (Ay.20). Tiga kali Yesus berkata kepada mereka, ‘Damai sejahtera bagi kamu!’ (Ay.19,21,26). Kedamaian yang mengalir karena kehadiran-Nya.

    Iman dalam Yesus mendatangkan sukacita dan damai kepada siapa yang percaya. Yesus berkata kepada Tomas, ‘Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya’ (Ay.29).

    Dalam perjumpaan yang singkat, Yesus mengubahkan sekelompok orang yang takut dan bingung menjadi masyarakat kasih, sukacita, dan damai.

  3. Tujuan dan kuasa
    Yesus memberi mereka pemahaman tujuan yang baru: ‘Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu’ (Ay.21). Kebangkitan adalah pesan harapan bagi dunia. Yesus Kristus telah bangkit dari kematian. Ada hidup yang melampaui kematian. Ini memberi hidup Anda arti dan tujuan yang baru. Anda diutus oleh Yesus untu mengabarkan pesan ini ke dunia.

    Akhirnya, Dia juga memberi mereka kuasa. Dia ‘menghembusi mereka dan berkata: Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada’ (Ay.22-23). Roh Kudus menyediakan kekuatan dan kuasa untuk mengampuni.

    Kuasa yang sama yang membangkitkan Yesus dari kematian ada bagi Anda. Dia memberi Anda kuasa Roh Kudus dan kuasa firman-Nya untuk menyatakan pesan pengampunan Allah kepada manusia. Inilah pesan yang mendatangkan hidup kekal.

  4. Hormat dan kagum
    Tomas dulunya adalah peragu. Mungkin respon saya bakal sama seperti saat dia berkata, ‘Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya’ (Ay.25).

    Dia pasti merasa begitu rendah saat Yesus muncul dan berkata padanya, ‘Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah’ (Ay.27).

    Luka Yesus ada sepanjang masa untuk menyatakan kasih Yesus yang rendah hati dan pengampun. Yesus menerima Tomas apa adanya. Dia menerima tantangan Tomas tanpa keluhan atau celaan.

    Jangan merasa bersalah bila ragu. Seperti Tomas, jujurlah soal keraguan Anda dan bawalah kepada Yesus. Ketika Yesus menjawab keraguan Tomas, respon Tomas adalah hormat, kekaguman dan ketakjuban. Katanya, ‘Ya Tuhanku dan Allahku!’ (Ay.28). Dari sebelumnya ragu, Tomas membuat pernyataan terkuat mengenai keilahian Yesus di seluruh Injil. Dialah yang pertama melihat Yesus dan memanggil-Nya ‘Allah’. Dia seperti berkata ‘Wow!’

    Yesus mengatakan pada Tomas bahwa kepercayaan mendatangkan berkat (Ay.29). Menuntun pada hidup. Kepercayaan dan hidup bergandengan dalam Injil Yohanes (Ay.31), sebab, bila Anda percaya dalam Yesus Anda beroleh hidup. Inilah hidup nyata yang berkualitas tinggi, hidup yang berkelimpahan (10:10) yang tetap selamanya (3:16).

    Alasan Yohanes menulis Injil ini adalah agar Anda ‘percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya’ (20:31). Kebangkitan adalah landasan harapan kita bagi kehidupan sebelum kematian dan juga sesudahnya.

Doa

Yesus, Tuhan, dan Allahku, saat ini kusembah Engkau dengan kekaguman dan ketakjuban.
Perjanjian Lama

2 Samuel 1:1–2:7

Daud menerima kabar kematian Saul

1Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag, 2 maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah.

3 Bertanyalah Daud kepadanya: “Dari manakah engkau?” Jawabnya kepadanya: “Aku lolos dari tentara Israel.” 4 Bertanyalah pula Daud kepadanya: “Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku.” Jawabnya: “Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati.” 5 Lalu Daud berkata kepada orang muda yang membawa kabar kepadanya itu: “Bagaimana kauketahui, bahwa Saul dan Yonatan, anaknya, sudah mati?” 6 Orang muda yang membawa kabar kepadanya itu berkata: “Kebetulan aku ada di pegunungan Gilboa; maka tampaklah Saul bertelekan pada tombaknya, sedang kereta-kereta dan orang-orang berkuda mengejarnya. 7 Ketika menoleh ke belakang, ia melihat aku, lalu memanggil aku; dan aku berkata: Ya tuanku. 8 Ia bertanya kepadaku: Siapakah engkau? Jawabku kepadanya: Aku seorang Amalek. 9 Lalu katanya kepadaku: Datanglah ke mari dan bunuhlah aku, sebab kekejangan telah menyerang aku, tetapi aku masih bernyawa. 10 Aku datang ke dekatnya dan membunuh dia, sebab aku tahu, ia tidak dapat hidup terus setelah jatuh. Aku mengambil jejamang yang ada di kepalanya, dan gelang yang ada pada lengannya, dan inilah dia kubawa kepada tuanku.”

11 Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. 12 Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat Tuhan dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang.

13 Kemudian bertanyalah Daud kepada orang muda yang membawa kabar itu kepadanya: “Asalmu dari mana?” Jawabnya: “Aku ini anak perantau, orang Amalek.” 14 Kemudian berkatalah Daud kepadanya: “Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi Tuhan?” 15 Lalu Daud memanggil salah seorang dari anak buahnya dan berkata: “Ke mari, paranglah dia.” Orang itu memarangnya, sehingga mati. 16 Dan Daud berkata kepadanya: “Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi Tuhan.”

Ratapan Daud karena Saul dan Yonatan

17 Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya, 18 dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab Orang Jujur.

19 Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu!
  Betapa gugur para pahlawan!

20 Janganlah kabarkan itu di Gat,
  janganlah beritakan itu di lorong-lorong Askelon,
supaya jangan bersukacita anak-anak perempuan orang Filistin,
  supaya jangan beria-ria anak-anak perempuan orang-orang yang tidak bersunat!

21 Hai gunung-gunung di Gilboa!
  jangan ada embun, jangan ada hujan di atas kamu,
  hai padang-padang pembawa kematian!
Sebab di sanalah perisai para pahlawan dilumuri,
  perisai Saul yang tidak diurapi dengan minyak.

22 Tanpa darah orang-orang yang mati terbunuh
  dan tanpa lemak para pahlawan
panah Yonatan tidak pernah berpaling pulang,
  dan pedang Saul tidak kembali dengan hampa.

23 Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah,
  dalam hidup dan matinya tidak terpisah.
Mereka lebih cepat dari burung rajawali,
  mereka lebih kuat dari singa.

24 Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul,
  yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi,
yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu.

25 Betapa gugur para pahlawan
  di tengah-tengah pertempuran!
Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu.
26 Merasa susah aku karena engkau,
saudaraku Yonatan,
  engkau sangat ramah kepadaku;
bagiku cintamu lebih ajaib
  dari pada cinta perempuan.

27 Betapa gugur para pahlawan
  dan musnah senjata-senjata perang!

Daud menjadi raja atas Yehuda

2Kemudian bertanyalah Daud kepada Tuhan, katanya: “Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?” Firman Tuhan kepadanya: “Pergilah.” Lalu kata Daud: “Ke mana aku pergi?” Firman-Nya: “Ke Hebron.” 2 Lalu pergilah Daud ke sana dengan kedua isterinya: Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. 3 Juga Daud membawa serta orang-orangnya yang mengiringinya masing-masing dengan rumah tangganya, dan menetaplah mereka di kota-kota Hebron. 4 Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda.
 Ketika kepada Daud diberitahukan bahwa orang-orang Yabesh-Gilead menguburkan Saul, 5 maka Daud mengirim orang kepada orang-orang Yabesh-Gilead dengan pesan: “Diberkatilah kamu oleh Tuhan, karena kamu telah menunjukkan kasihmu kepada tuanmu, Saul, dengan menguburkannya. 6 Oleh sebab itu, Tuhan kiranya menunjukkan kasih dan setia-Nya kepadamu. Aku pun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal yang demikian. 7 Kuatkanlah hatimu sekarang dan jadilah orang-orang yang gagah perkasa, sekalipun tuanmu Saul sudah mati; dan aku telah diurapi oleh kaum Yehuda menjadi raja atas mereka.”

Komentar

Kekaguman

Sikap Daud pada Saul adalah teladan bagaimana merespon orang yang mencoba membahayakan Anda. Daud tidak mencari balas dendam. Dia tidak merasakan kepahitan. Dia memperlakukan Saul dengan hormat. Lagipula, Allah telah memakai Saul dengan hebat di masa lalu. Fakta bahwa Saul telah menyimpang tidak menghapus rasa hormat Daud.

Sikapnya terhadap Saul sangat luar biasa. Dia berkata kepada seorang Amalek yang mengaku telah menghabisi Saul, ‘Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?’ (1:14). Orang Amalek itu mungkin mencoba mengambil keuntungan dari perbuatan yang tidak patut tersebut. Dia mungkin ibarat burung nasar manusia, yang mengambil lencana kerajaan dari Saul untuk memperoleh kemurahan dari Daud. Bagaimanapun, itu tidak bermanfaat bagi Daud dikarenakan kekagumannya terhadap Saul.

Daud berduka atas kematian teman dekatnya, Yonatan, dan Saul (Ay.19-27). Dukacita itu respon yang wajar, perlu, dan sehat terhadap kematian orang yang dikasihi.

Daud menghargai Allah. ‘... Bertanyalah Daud kepada TUHAN’ (2:1). Tanyanya, ‘"Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron."’ Daud patuh dan diurapi menjadi raja atas kerajaan Yehuda.

Doa

TUHAN, bantu aku untuk mengasihi dan menghormati semua orang yang telah Kau urapi dengan peran kepemimpinan, entah mereka mendukung kami atau tidak. Bantu kami untuk hidup dengan takjub, hormat dan kagum.

Pippa menambahkan

Yohanes 20:10

Saya tertarik bahwa dari semua orang, Yesus memilih untuk pertama kali menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Dia tidak menampakkan diri kepada murid senior-Nya (atau bahkan ibu-Nya), melainkan kepada seorang wanita yang tidak dianggap penting.

ayat hari ini

Yohanes 20:19

‘Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"’

reader

App

Download the Bible in One Year app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Sign up now to receive Bible in One Year in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture quotations marked (AMP) taken from the Amplified® Bible, Copyright © 1954, 1958, 1962, 1964, 1965, 1987 by The Lockman Foundation. Used by permission. (www.Lockman.org)

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.